Selasa, 20 Mei 2014
RENUNGAN
"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun dibawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir ada waktu untuk meningal, ada waktu untuk menanam, ada waktu mencabut yang ditanam, ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan, ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun, ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa, ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari, ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu, ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk, ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi, ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang, ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit, ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara, ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci, ada waktu untuk berperang, ada waktu untuk damai. Apakah untung dari pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah? Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah pada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka. Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum, dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.
Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya, itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi, Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia. Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada, dan Allah mencari yang sudah lalu."
Dalam hidup manusia terdapat dua jalan, yaitu saat manusia hidup hanya dalam kesenangan diri sendiri. Dan saat manusia menyadari keberadaannya untuk menyembah Allah, dan hidup untuk kemuliaan Allah. Allah membolehkan kita memilih jalan mana yang ingin dilalui, apakah hidup dengan menuruti keinginan daging, atau hidup dalam Roh Allah. renungilah dalam hati dan jiwa, apakah hanya ingin bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup namun tanpa makna yang berarti dimata Allah, atau mau berjerih payah dalan Allah dalam menjalani hidup, tetapi bertaburkan Berkat yang melimpah dari Allah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar